About Me

My photo
Makale, Sulawesi Selatan, Indonesia
Single

Thursday, September 8, 2011

NASKAH DRAMA/FRAGMEN NATAL (PEMENTASAN)


PAROKI HATI TAK BERNODA SANTA PERAWAN MARIA MAKALE
STASI SANTO YOHANES BURAKE TALLU LOLONA 


Mula pertama Allah jadikan
Langit bumi dan laut  
Surya dan bintang yang memberi terang
Sempurna dan terang

Tapi semuanya itu hilang
Damai dinodai oleh perang
Manusia yang diberi budi dan akal
Berbuat dosa ciptakan perang

Segala makhluk penghuni dunia
Dicipta oleh tangan-Nya
Dan Yesus datang  yang memberi  terang
Sempurna dan tenang
NASKAH DRAMA/FRAGMEN NATAL
INILAH KISAH KELAHIRAN YESUS KRISTUS

ADEGAN 1: Pemberitahuan Tentang Kelahiran Yesus
NARATOR:
Bertus-ratus tahun lamanya sebelumKristus nabi-nabi telah meramalkan kelahiran mesias itu:
NABI:
Hai Bethlehem di tanah Yudea, engkaulah yang terkecil di antara kota-kota, tetapi dari padamu akan tampil seorang penguasa bangsa-bangsa yang akan mengembalakan umat-Ku Israel katakanlah kepada putrid sion lihatlah penyelamatmu datang membawa damai.
NARATOR:
Dalam bulan keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:
MALAIKAT:
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
NARATOR:
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya. Apakah arti salam itu?
MALAIKAT:
"Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya tahta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
MARIA:
"Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
MALAIKAT:
"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu disebut Kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
MARIA:
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
NARATOR:
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu malaikat Tuhan Nampak kepadanya dalam mimpi dan berkat.
MALAIKAT:
"Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

ADEGAN 2: Maria dan Elisabet
NARATOR:
Berapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakaria dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring.




ELISABET:
"Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

ADEGAN 3: Nyanyian dan Pujian Maria
MARIA:
"Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesunguhnya, mulai dari sekarang segala
keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena yang Maha Kuasa telah melakukan
perbuatan-perbuatan besar kepadaku,
dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas
orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan
perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan
orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa
dari takhtanya, dan meninggikan
orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada
orang yang lapar; dan menyuruh
orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya,
karena Ia mengingat rahmatNya,
seperti dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,
kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
NARATOR:
Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

ADEGAN 4: Kelahiran Yesus
NARATOR:
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
KAISAR:
Pengumuman…..pengumuman….semua orang supaya pergi ke negerinya masing-masing untuk mendaftarkan diri.
NARATOR:
Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nasaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem - karena ia berasal dari keluarga keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria tunangannya yang sedang mengandung
Ketika mereka tiba di kota Daud mereka mencari penginapan karena Maria akan melahirkan. Tetapi semua menolak mereka, karena Yosep tidak memiliki uang atau harta untuk membayar penginapan.
YOSEF
Tuan……berilah kami penginapan karena istriku akan melahirkan
TUAN I
Bagus………apa ada uangmu? Atau hartamu untuk membayarnya?
YOSEF
Tidak tuan, tapi tologlah……….karena………
TUAN I
Ha…….ha……ha…….sialan, pergilah…….orang sepertimu tidak layak ke rumahku
YOSEF
Tuan……berilah kami penginapan karena istriku akan melahirkan
TUAN II
Huh…….jangan dekat……..pakaianmu jorok. Semua tamu di rumahku adalah tamu-tamu terhormat, tahu…?
NARATOR
Demikianlah mereka selalu ditolak , akhirnya  mereka lelah dan beristirahat.
MARIA
Yosef……aku tidak tahan lagi. Bayi kita akan segera lahir…….
YOSEF
Maria, sabarlah…..mari istirahat sejenak (mereka duduk)
NARATOR:
Ketika mereka sedang istirahat, lewatlah seorang anak kecil yaitu anak dari seorang gembala yang memiliki kandang ternak.
SI ANAK:
Tuan……..mengapa tuan ada di sini? Ini sudah tengah malam!
YOSEF:
Kami tidak mendapatkan penginapan sementara istriku mau melahirkan.
SI ANAK:
Kamipun tidak memiliki tempat tapi ayahku memiliki kandang ternak. Ah tidak mungkin tuan ke sana. Di sana sangat kotor dan jorok
YOSEF:
Tidak apa-apa yang penting kami mendapatkan tempat untuk beristirahat
SI ANAK:
Ayolah……biar saya hantarkan ke sana.
NARATOR
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

ADEGAN 5: Gembala-gembala
NARATOR:
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemulian Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka:
MALAIKAT:
"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
NARATOR:
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah bala tentara sorga yang memuji Allah katanya:
BALA TENTARA SORGA:
GLORIA IN EXCELSIS DEO
NARATOR:
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke Sorga, gembala itu berkata seorang kepada yang lain:
GEMBALA 1
Suara apa itu? Kita pergi ke  kota Daud? Ke kandang?
GEMBALA 2
Seorang bayi? Penyelamat terjanji?
GEMBALA 3
"Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
NARATOR:
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan Bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Ketika para gembala melihat bayi itu, mereka menyembah dan memberikan persembahan mereka sambil berkata:
NARATOR
Lalu mereka menceriterakan apa yang telah dikatakan oleh malaikat kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji Allah karena sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

ADEGAN 6: Orang-orang Majus dari Timur
NARATOR:
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya:
ORANG MAJUS:
"Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
NARATOR:
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya:
AHLI TAURAT:
"Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikian ada tertulis [[Membuka gulungan Kitab]] dalam kitab nabi: "Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
NARATOR:
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya:
HERODES:
"Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
NARATOR:
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

LAHIRLAH YESUS DI KANDANG DOMBA

LITURGI NATAL


PAROKI HATI TAK BERNODA ST. PERAWAN MARIA
STASI ST. YOHANES BURAKE TALLU LOLONA



     LITURGI NATAL
     ST. YOHANES BURAKE TALLU LOLONA
     PAROKI HATI TAK BERNODA ST. PERAWAN MARIA
                            Selasa, 28 Desember 2010
---

ô Malam Kudus:
ô  
1. BONGI MELO (SL 30)

5   . 6    5    3  . . ’ | 5 . 6     5    3   . . |
Bo-ngi me-lo         di- po-sen-de
2  .     2    7 . . |  1 . 1  . 5 . |
Par-rang su -    si   al - lo.|
6  . 6     1  .  7   6  |  5  . 6  5 . 3. . |
Pu-ang Ye-su ram-pan di li - no
6  . 6  1 .   7   6 |    5 . 6    5  3 . . |
Na ti-bus-sa-nan-mo Ma-ri-a
2  .    2    2    4  .  2    7 |  1 . . 3 ..  |
Ton-na ma’-ta - nga bo-ngi
1   .   5    3    5 . 4    2 | 1 . . . //
Ton-na ma’-ta-nga bo-ngi.

b.Bongi melo diposende,                          
   To manglaa maikomi
   Kamumo tu la pa’bunga’na
   La umpessitammui Yesu
   Tonna ma’tanga bongi.  2X
      c.Bongi melo diposende,
        Tiromi lan lantang
        Yesu Puang Matua Anak
        Sae umbungkarangki’ suruga
        Umpa’dei kasalanta. 2X
d.Bongi melo diposende
   La umpenombaiki’
   Puang Yesu tu Pela’bakta
   Sia ma’kurre sumanga’ki’
   Soronganni kaleta. 2X







I PEMBUKAAN
ô Lagu Pembuka:
2.YESUS SLAMAT DATANG (MB 330)
1       1    1       7 / 6  . 5 . / 1   1 2   2 / 3 . .
Ye-sus, s’la-mat da-tang ha-ri la-hir-Mu
3 / 3     3   3      3 / 5  . 3     3 /    2  .  3  . / 1 . . 0  /
La-ma di-tung-gu u - mat de-ngan rin – du
1      1   2   3 /4   3  2   1  / 1  7   6   6  / 5 . . 0 /
Da-hu-lu pa-ra na-bi-lah di-pi-lih Tu-han,
2    1      2   3 / 4 . 3    2 /  1  6   7 1 / 2 . . . / 5  .  6     7 / 1 . . . //
Putra-Nya ki-ni  yg men-ja-di u-tu-san:     s’la-mat da-tang.

2.Hari lahir Kristus bukti yang nyata           3.umat manusia di tangan setan
   Betapa cinta Tuhan pada kita         dosa meraja lela tak tertahan
   Amanat Yesus yg dibawa dari Bapa           kita dibebaskan Kristus dari jajahan
   Ampun untuk dosa bahagia di surga          dunia merdeka kerajaan Tuhan.
   Cinta Tuhan                                Sudah datang
4.Kristus datang lagi di hari akhir
    Dalam keagungan-Nya raja adil.
    Smoga kita dilimpahi rahmat kurnia
    Masuk selamanya kerajaan surge.: Kristus datang

ô Tanda Salib
ô Kata Pengantar
ô Tobat
ô Absolusi
ô Lagu Tuhan Kasihanilah Kami:
3. TUHAN KASIHANILAH KAMI (MB 332)
5  |  1     2    3    2 |  1 . 7   1 |  2    1  2  3   2  | 1 .
Tu-han  ka-sih-an - i- lah ka-sih-an-i-lah ka-mi.
Kris-tus ka-sih-an - i- lah ka-sih-an-i-lah ka-mi.
6   5 4 |  5    5    5  4  3   2 |  3    3     4   2  3  4  |
Tu-han  ka-sih-an-i- lah ka-mi, ka-sih-an-i-lah
Kris-tus ka-sih-an-i- lah ka-mi, ka-sih-an-i-lah
5  3 4 5 | 6  5 4   4 | 3  4   5 4 3  |2 . . 0 / /
Tu- han  ka- sih-an-i-lah ka  -   mi
Kris-tus  ka- sih-an-i-lah ka  -   mi
Penutup:
5  .   2  | 3 . 1   2    3 4 |  5   1  2   3   2  | 1 . . 0 ||
Tu-han, Tu - han ka -  sih-an-i-lah ka-mi



ô Gloria:
4.GLORIA  (MB 456)
3       3      3   3  5 / 5  .  4      3    1 / 3  3  2  3    3  5 /5  .   4    3 0 /
De-ngar-lah di       pa-dang su-nyi  la-gu   pu- ji -    an  mer-du
 3      3    3   3  5 / 5 .    4     3    1/  3    3  2  3      3   5 /5 .  4    3 0 //
Ber-ge-ma-lah     di   ang- ka- sa  war-ta   ke -  se –    la-ma-tan
Refren:
5 .  6 5 4 3 / 4 . 5 4 3 2 / 3 . 4 3 2 1/ 2 .7 5 0 /
Glo--------------------------------------------ri-a
1    2    3    4 / 3 . 2 . / 5 . 6 5 4 3 / 4 . 5 4 3 2 / 3 4 3 2 1 / 2 . 7 5 0 /
In-ex-cel-sis De-o.     Glo--------------------------------------------ri-a
1     2   3    4 / 3 . 2 . / 1 . . . //
In-ex-cel-sis De -         o
2.  Tampaklah duta surgawi pada para gembala
      Yang hidupnya bersahaja, namun hatinya murni. Refr
                      3. Pergilah ke kota Daud dan lihatlah di kandang:
                         Seorang bayi yang lemah penyelamat terjanji. Refr

ô Doa Pembukaan
II LITURGI SABDA
ô Bacaan I
ô Mazmur Tanggapan:
5. HENDAKLAH LANGIT BERSUKACITA (PS 806)
5          1    2 / 3     1    2    3   4 / 5 5 05 / 6     4    6     1    7   6 / 5 .
Hen-dak-lah lang-it ber-su-ka ci-ta Dan bu-mi ber-so-rak-so-rai
03/4   3   2      1     2    3  / 2  .   3     4 /  5 1   4    3     2 / 1 . / /
Di ha-da-pan wa-jah Tu-han  kar’-na   I- a  su-dah da-tang

ô Bacaan II
ô Alleluya:
6. ALLELUYA (PS 953)
3  2  |   3  2  1  3  |  5  6  5  .  |   6     1    1   7   |   5   .  | |
Al –     le  -            lu -  ya,      al –  le – lu   -     ya

ô Bacaan Injil
ô Drama Natal
ô Homili
ô Syahadat:
ô Doa Pujian
ô Lagu Pujian:
Sembah dan puji Dia 3X
Yang Raja
ô Doa Umat
ô Lagu koletta:
7. POHON MAWAR  (MB 342)
  5 / 5    5   6     5 /  5 . 3       4 /   3    2   1     7 / 1 . . .
Po-hon ma-war yang mu-lia,   po-hon tak ber-du-ri
  5 / 5    5   6     5 /  5 . 3       4 /   3    2   1     7 / 1 . . .
Po-hon Yes-se    na –ma-nya, ba-gai sab-da    na-bi
  3 /  2   7    1    6 /  5 . . 5 / 5      5   6    5 / 5 . 3
Me-kar in-dah mur-ni     di teng-ah ma-lam su-nyi
4   /  3    2   1   7 / 1
Ma-lai-kat me-mu-ji

2. Pohon mawar yang murni, oh ibu Maria
Ramalan para nabi, prawan berputera
Jadi ibu tuhan kaki menginjak setan
Sampai akhir jaman

3. Kami turut bahagia, o bunda Maria
Minta pada Putranda, kami mohon setia
Dalam lembah dunia penuh tangis dan dosa
Kami mohon doa

ô Doa Persatuan Anggota Tubuh Kristus
ô Doa Bapa Kami
ô Salam Damai
ô Madah Syukur:

8. ALAM RAYA (MB 352)
1     7  . 6 / 5 .  4 / 3   2 / 1  .  5 /  6 . 6/   7  . 7 / 1 ./ 0
A-lam  ra-ya  kar-ya Ba-pa,  ba-gi   ma-nu-si -   a
0 1 / 1 7   6     5 / 5 . 4  3    1 / 1 7 6   5 / 5 . 4  3    3 / 3     3  3     3 4 /   5
Megah   dan perka  -   sa subur    serta ka -   ya, hingga sluruh bang-sa
. 4 3 / 2   2    2   2  3  / 4  .  3 2 /  1   1 .  6 / 5 . 4 3  4 /  3   2 / 1 . / /
 Me- mu-ji   pa-da -  Nya: Ho - san-na pa-da          Al-lah Ba-pa
2.Manusia ciptaan-Nya, namun dicinta-Nya
    Walaupun durhaka, tak ditinggalkan-Nya. Hingga sluruh bangsa
    Memuji pada-Nya: Hosanna pada Allah Bapa
              3.Putra tunggal diutus-Nya, membebaskan kita
                 Wafat bagi kita, namun bangkit pula. Hingga sluruh bangsa
                 Memuji pada-Nya: Hosanna pada Allah Bapa
    


III PENUTUP
ô Doa penutup 
ô CHCAA018Pengumuman
ô Pesan dan Kesan Natal
ô Amanat sabda
ô imagesPeaceOfLoveberkat
ô Lagu Penutup:
9.  PUANG YESU DIDADIANMO (SL 27)
Reff.
5     1     1    3  1 | 5     1  | 1 .|
Pu-ang Ye-su di- da-dian-mo
1 1     2   |    3     4   3 |  2    1 |  2    2  |
E to mang-kam-bi’ pa-ran-nu  ko-mi.
5     1     1    3  1 | 5     1  | 1 .|
Pu-ang Ye-su di- da-dian-mo
1         2  | 3   2    1  |  2     7 | 1 . ||
Sae  umbaa  ka-ma-ram-pa-san.
                             3     5  |   5      5      4  |    3    5 | 5 0 |
                            Lan pa-dang Ton-dok Beth-le-hem
                             3          5  |  5    6   5  |   4   3 | 3  2 ’ |
                            Sang-song-lo-ran-mo ma-la-e-ka’
                             3       5 | 5      5    4 |  3    5  |     5 0 |
                            Ma-nga to-ngan tu  to mang-laa
                             3      5 |  5   6    5  4    3  |  2 . ||
                            Um-pe-ra-ngi ka-re-ban-na. Reff

            *Da’mi mataku’ magiang
        Kamumo tu Napilei Puang
        Tiromi diong palungan
        Tu la ulla’bak to lino. Reff
              *Anna mintu’ to mangkambi’
                Unturu’i tu petambana
                Anak domba nabaa nasang
                Lako oloNa Puangta. Reff
      *Menanimo Malaeka’:
        Kamala’biran lako Puang
        Kamarampasan lako tu
        To lino ma’inaa melo. Reff



                         UMAT ST. YOHANES BURAKE TALLU LOLONA   
                                          MENGUCAPKAN:


MERRY CHRISTMAS 25th  of Dec 2010
&
HAPPY NEW YEAR 01st of Jan 2011


YOHANES 14:1-12


PAROKI HATI TAK BERNODA SANTA PERAWAN MARIA MAKALE
STASI SANTO YOHANES BURAKE TALLU LOLONA


YOHANES 14:1-12


"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku"

Hari ini kita diingatkan agar jangan takut dan gelisah. Mengapa? Karena Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi takut dan gelisah. Permasalahan keluarga, kondisi keuangan, pergumulan di dalam dosa dan penyakit dapat mengakibatkan kita menjadi gelisah dan khawatir. Sering kita merasa cemas dengan hari esok yang belum pasti, merasa tidak puas dengan hari yang telah kita lalui, dan meratapi hari kemarin yang sudah lewat. Bahkan tidak sedikit orang yang gelisah merusak dirinya sendiri, sesama maupun lingkungan hidupnya. Hal itu terjadi karena orang hanya mengikuti keinginan dan nafsu pribadi alias tidak beriman atau tidak percaya kepada Tuhan, yang menganugerahkan hidup serta segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hati memang merupakan pusat atau inti jati diri manusia, ingat dengan kata-kata jantung hati, patah hati, perhatian, dst..  sebagai umat beriman, khususnya yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk tidak gelisah melainkan percaya kepada Allah dan juga percaya kepada Yesus Kristus, Penyelamat Dunia. Percaya kepada Allah berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah  melalui cara hidup dan cara bertindak. Aneka tantangan, hambatan dan masalah yang kita hadapi merupakan wahana/kesempatan untuk meningkatkan dan memperdalam kemampuan, keterampilan dan kecerdasan kita, sehingga jika kita hadapi dengan keteguhan hati dan bantuan rahmat Allah kita akan semakin terampil dan cerdas, kuat dan dengan demikian benarlah sabda Yesus bahwa kita akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi. Janji Tuhan Yesus ini selayaknya menghibur kita; namun juga mengingatkan agar kita selalu percaya dan setia kepada-Nya.

Sebenarnya, jika kita membayangkan  kita hadir di tengah para rasul 2000 tahun yang lalu, saat Yesus mengucapkan perkataan-Nya ini, kemungkinan kitapun dapat memahami kegundahan hati Rasul Tomas, “Ke manakah Engkau akan pergi, Tuhan? Aku tidak tahu, bagaimana mungkin aku tahu jalan ke sana?” Namun sekarang kita perlu berterima kasih kepada Rasul Tomas, yang menyuarakan kegundahan hatinya, karena itu, Yesus menjawabnya dengan Sabda-Nya yang meneguhkan tidak saja hanya ditujukan untuk menjawab Rasul Tomas, tetapi kita semua yang percaya kepada-Nya.“Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.Tuhan Yesus tidak hanya memberikan nasihat dan arahan.  Ia memimpin dan menuntun kita di jalan yang benar secara pribadi setiap hari. Tuhan Yesus juga adalah Kebenaran.   Kebenaran moral tidak bisa disampaikan dalam kata-kata saja, melainkan harus disampaikan dengan contoh. Yesus tidak hanya berkata-kata/teori saja tetapi melakukan/mempraktekkan. Yesus mewujudkan kebenaran dalam pribadinya. Yesus juga adalah Hidup. Dia tidak hanya menunjukkan kepada kita jalan kehidupan , ia memberikan jenis hidup yang hanya Allah yang dapat berikan yaitu hidup yang kekal.Semua orang, setelah meninggalkan dunia ini kita akan melanjutkan ke kehidupan baru.

Maka marilah kita sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus menghayati sabdaNya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Kita meneladan cara bertindakNya antara lain ketika ada orang lapar diberi makan, ada orang haus diberi minuman, orang telanjang diberi pakaian, orang asing diberi tumpangan, yang sakit dikunjungi, yang miskin dan berkekurangan dibantu dan saling berbagi suka duka. Kita dipanggil untuk meneladan cara hidup Yesus dengan menghayati sabda-sabdaNya. Jika kita hidup dengan benar, kita kelak dapat menikmati hidup mulia di sorga ketika dipanggil Tuhan. Bapak Marselinus Todang yang telah dipanggil oleh Allah beberapa hari yang lalu, telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan kita percaya bahwa dia telah memperoleh keselamatan kekal. Semoga Demikian……AMIN

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MENDENGARKAN SABDA TUHAN
DAN TEKUN MELAKSANAKANNYA…..
Sabda-Mu adalah jalan, Kebenaran, dan Hidup kami.

Monday, September 5, 2011

IBADAT PERINGATAN ARWAH HARI KE-100



Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale
Stasi Santo Yohanes Burake Tallu Lolona

IBADAT PERINGATAN ARWAH HARI KE-100
  • Pembuka
P : Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita bersama-sama berdoa bersama untuk  mendoakan arwah dari saudara kita………yang pada 100 hari yang lalu di panggil Bapa. Kita percaya bahwa segala  doa yang kita panjatkan untuk mereka yang sudah  meninggal sangat bermanfaat demi terwujudnya harapan  iman mereka untuk berdiam di rumah Tuhan selamalamanya.  Masyarakat di berbagai tempat di Indonesia mengenal kebiasaan memperingati arwah berdasarkan rangkaian hari/tahun, seperti peringatan hari ke-7, 40, 100, 1 tahun, 2 tahun, dan 1000 hari. Gereja Katolik menghargai budaya setempat dan menganjurkan agar adat istiadat umat beriman diintegrasikan dalam liturgi Gereja. Masing-masing masa liturgi itu menghadirkan seluruh misteri Kristus dan sekaligus juga menekankan aspek-aspek tertentu dari misteri itu. Begitu pula halnya dengan pengintegrasian budaya setempat berupa peringatan arwah pada hari ke-7, 40, 100, 1 dan 2 tahun, serta 1000 hari. Masing-masing hari itu merayakan satu tindakan Allah yang menyelamatkan orang yang sudah meninggal itu melalui Kristus dalam Roh Kudus dan sekaligus juga aspek-aspek tertentu dari misteri penyelamatan tersebut.

  • Tobat
P : Saudara-saudari, 
 Marilah kita dengan jujur dan ikhlas kita mengakui segala  dosa dan kelemahan kita dihadapan Allah dan sesama ; marilah  kita mohon ampun atas segala kelemahan dan kedosaan yang  telah kita perbuat. Secara khusus kita mohonkan ampun juga  atas kesalahan dan dosa dari saudara kita……. yang dipanggil  Bapa di surga 100 hari yang lalu.



  • Doa Pembuka
P : Marilah berdoa :
 Allah mahakasih, Engkaulah pencipta dan penebus kami. Tuhan Yesus telah berjaya dengan mengalahkan maut dan  masuk kedalam kemuliaan abadiMu. Semoga ya Bapa,  hambaMu ini saudara…………….. juga mengalahkan  maut dan masuk dalam kemuliaanMu untuk selamalamanya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan  pengantara kini dan sepanjang masa.Amin  



  • Doa Penutup
P : Allah Bapa kami yang mahabaik, semoga doa kami berguna bagi keselamatan saudara……yang sudah
dipanggil Bapa 100 hari yang lalu. Ya Bapa, bebaskanlah dan bersihkanlah dia dari segala dosanya, limpahkanlah penebusan-Mu kepadanya. Demi Kristus Tuhan kami. U : Amin
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


P : Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:37-40)
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang  kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk  melakukan kehedak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia  yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang  telah  mengutus Aku, yaitu supaya darisemua yang telah diberikanNya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak  BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan  yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan  supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. 
P : Demikianlah Sabda Tuhan

  • Renungan 
 Supaya  setiap orang yang melihat  Anak  dan percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal,  dan supaya Aku membangkitkannya di akhir zaman”.
Apa yang disampaikan oleh Yesus ini adalah berkaitan dengan peringatan arwah-arwah yang sudah meninggal. Bapa melalui Putera-Nya Yesus menghendaki agar semua orang selamat dan akan dibangkitkan pada akhir zaman.
Walau demikian, tidak semua percaya kepada-Nya, bahkan mencaci dan membunuh-Nya utusan Allah atau Allah sendiri yang  hadir di tengah –tengah dunia ini. Semua orang tahu bahwa akan ada penghakiman terakhir, namun banyak yang tidak siap. Banyak yang tidak peduli atau lebih tertarik dengan tawaran dunia ini. Inilah saatnya bagi kita untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sudah tiada, biarlah Tuhan melalui Yesus memberikan  pengampunan dan kerahiman sehingga mereka diperbolehkan  menikmati kehidupan bersama para kudus lainnya. Demikian renungan singkat hari ini, God bless you all.-***

*Sejak awal mula Gereja meyakini bahwa hidup kita tidak dilenyapkan oleh kematian melainkan diubah Gereja menemani perjalanan orang beriman yang meninggal dan sedang menuju ke Allah itu melalui segala macam doa. Praktek doa Gereja bagi mereka yang meninggal dunia didasarkan, selain pada iman akan kebangkitan Kristus, juga pada communio sanctorum, persekutuan orang-orang kudus dalam Gereja. Persekutuan itu meliputi: mereka yang sudah mulia bersama Allah di surga, mereka yang masih hidup di dunia ini, dan mereka yang sudah meninggal namun belum masuk secara penuh dalam kemuliaan Allah dan masih perlu mengalami penyucian. Untuk kelompok yang terakhir inilah doa peringatan arwah diadakan. Sebagai warga Gereja, mereka semua entah yang masih hidup atau sudah mati tetap saling berhubungan dan saling dukung dalam cinta dan doa.

*Keseluruhan doa peringatan arwah dijiwai oleh iman dan harapan akan kemurahan hati Allah sebagaimana terungkap dalam peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Gereja sejak semula punya kebiasaan mendoakan orang yang sudah meninggal. Bahkan menjelang akhir masa PL kebiasaan itu telah ada (2 Mak 12:42-45). Bentuk-bentuk doa bagi peringatan arwah meliputi perayaan Ekaristi, doa-doa, amal dan olah kesalehan. Dalam setiap perayaan Ekaristi, mereka yang telah meninggal tak pernah lalai disebutkan dalam Doa Syukur Agung. Keseluruhan karya penyelamatan Allah dalam Kristus dijabarkan dan dirayakan dalam rentang waktu satu tahun liturgi, yang dimulai dari masa Adven dan berpuncak pada Paskah.

Betapa benar bahwa kita yang hidup di dunia ini harus selalu berjaga-jaga.  Kematian tidak pernah bisa diperkirakan datangnya.  Bahkan orang yang sudah sakit kritis sekalipun, tidak bisa kita tebak kapan Tuhan sungguh menginginkan dia pulang.  Ada orang yang kritis berbulan-bulan dengan batuan segala obat dan alat.  Tapi ada juga orang yang hanya sakit perut ringan, dalam 2 hari dipanggil ‘pulang’. Kalau sudah begitu, apa yang bisa kita bawa ketika menghadap Dia? Katanya, detik terakhir sebelum kematian, masih memungkinkan kita untuk bertobat. Seperti penjahat yang disalib di sebelah Yesus yang bertobat dan diampuni.  Tetapi apakah harus menunggu sampai detik terakhir baru kita mau bertobat ?  Karena ketika kematian sudah terjadi, semua sudah terlambat.  Arwah sudah tidak bisa meminta ampun sendiri pada Allah.  Maka menjadi kewajiban kita yang masih hidup di dunia ini untuk mendoakan mereka, memohonkan pengampunan dosa bagi mereka.  Dan sebagai gantinya, ketika mereka sudah tiba di surga, dan bergabung bersama para kudus disana, merekalah  yang akan mendoakan kita yang masih berkelana di dunia ini. Betapa hidup ini amat singkat dan tak terduga.  Maka tidak ada salahnya pepatah yang mengatakan ‘hiduplah seperti engkau akan mati besok pagi’. Mengisi kehidupan dengan perbuatan baik, amal ibadah, rendah hati dan melayani sesama.  Sehingga apabila sungguh kita mati besok pagi, tidak ada lagi yang patut disesali. Orang mungkin bertanya, “Bagaimana jika jiwa orang yang kita doakan telah dimurnikan sepenuhnya dan telah pergi ke surga?” Kita yang di dunia tidak mengetahui baik pengadilan Tuhan ataupun kerangka waktu ilahi; jadi selalu baik adanya mengenangkan saudara-saudara yang telah meninggal dunia serta mempersembahkan mereka kepada Tuhan melalui doa dan kurban. Namun demikian, jika sungguh jiwa yang kita doakan itu telah dimurnikan dan sekarang beristirahat di hadirat Tuhan di surga, maka doa-doa dan kurban yang kita persembahkan, melalui kasih dan kerahiman Tuhan, akan berguna bagi jiwa-jiwa lain di api penyucian.

Sebab itu, kita sekarang tahu bahwa bukan saja praktek ini telah dilakukan sejak masa Gereja Perdana, tetapi kita juga memahami dengan jelas pentingnya berdoa bagi jiwa-jiwa mereka yang telah meninggal dunia. Jika seseorang meninggal, bahkan jika orang tersebut bukan seorang Katolik, mohon intensi Misa bagi kedamaian kekal jiwanya dan mempersembahkan doa-doa kita jauh lebih bermanfaat serta membantu daripada segala macam kartu simpati atau karangan bunga dukacita. Yang terpenting ialah, hendaknya kita senantiasa mengenangkan mereka yang kita kasihi yang telah meninggal dunia dalam perayaan Misa Kudus dan melalui doa-doa dan kurban kita sendiri guna membantu mereka agar segera mendapatkan kedamaian kekal.

Kembali kepada pertanyaan berapa lama kita harus mendoakan para arwah, anjurannya adalah teruslah berdoa tanpa henti.  Kita tidak pernah dapat mengetahui kapan seseorang boleh meninggalkan api penyucian dan masuk surga.  Dan seandainya mereka tidak lagi memerlukan doa-doa kita, doa kita tetap ada gunanya.  Tidak ada doa yang "sia-sia".  Allah menjamin bahwa pahala doa kita akan diberikan kepada orang lain yang membutuhkannya.  Kalau orang-orang yang kita cintai dan kita doakan kini sudah ada di surga, Allah akan mengizinkan mereka untuk menyalurkan pahala doa kita kepada anggota keluarga lain yang masih di bumi dan membutuhkannya.  Dan, bagaimanapun, semua doa kita akan membantu menguduskan diri kita.

Bantuan yang kita berikan untuk keselamatan kekal bagi yang telah meninggal adalah dengan berbuat silih. Silih itu bisa dengan mendoakan mereka, bisa pula dengan berbuat amal kasih bagi orang-orang yang membutuhkan amalan dan kasih kita demi mereka yang telah meninggal; agar mereka beristirahat dalam damai. (RIP: Requescat In Pace).