About Me

My photo
Makale, Sulawesi Selatan, Indonesia
Single
Showing posts with label Homili. Show all posts
Showing posts with label Homili. Show all posts

Saturday, September 10, 2011

Inilah Injil Yesus Kristus Karangan Santo Matius (18:21-35)




PAROKI HATI TAK BERNODA ST. PERAWAN MARIA MAKALE
STASI ST. YOHANES BURAKE TALLU LOLONA
  

Inilah Injil Yesus Kristus Karangan Santo Matius (18:21-35)

*Dalam tradisi Yahudi suatu kesalahan yang sama hanya bisa diampuni sebanyak 3 kali.
*Petrus mencoba untuk menunjukkan suatu sikap yang lebih baik dari pada para Rabi Yahudi   
        menggandakan jumlah pengampunan itu dari 3 menjadi 7 kali kemudian menanyakannya kepada     
        Yesus, apakah cukup sampai 7 kali? Tuhan Yesus tidak melihat pengampunan seperti para rabi
         atau Petrus. jumlah ini sebaiknya tidak diartikan secara harfiah = 490kali. 
*Orang Yahudi dosa adalah hutang.
*1 Talenta itu 6000 Dinar dan 1 dinar adalah upah pekerja dlm satu hari (mat20:2) artinya untuk
         mendapat 1 Talenta harus kerja 6000 hari, 1 tahun ada 360 hari jika kita bagikan 6000/360
         maka kita akan temukan 16,67 Tahun kerja non stop baru dapat 1 TALENTA..
* Karena satu dinar merupakan upah kerja satu hari, maka 10.000 talenta sama dengan upah kerja
         60.000.000 hari. Jumlah hutang yang terlalu banyak.
*Tetapi, hamba itu tidak tergerak hatinya sewaktu temannya meminta ampun karena belum bisa
         melunasi hutangnya. Hutangnya hanya 100 dinar, yang berarti upah kerja 100 hari saja.
*Penghapusan hutang yang begitu besar itu seharusnya membuatnya berbelas kasih kepada temannya.

*Raja di dalam cerita tersebut melambangkan Allah,
*hamba yang berhutang adalah manusia yang berdosa.
*Ketika Allah mau menagih perbuatan dosa yang dilakukan manusia, maka manusia tidak mampu
       melunasi hutang dosa mereka, karena tidak ada yang dapat diperbuat manusia untuk melunasinya.
       Allah berhak untuk menghukum manusia karena hal tersebut, namun karena belas kasihannya, ia
       mengampuni manusia dan menghapus dosa-dosa mereka (melalui Yesus yang mati disalibkan
       menebus hutang dosa dengan darahNya).
*Manusia yang tidak tahu berterima kasih bertemu dengan saudaranya yang berbuat salah kepadanya,
        tidak mencontoh belas kasihan yang ditunjukkan oleh Allah, manusia malah menghakimi
        saudara mereka sendiri tanpa sedikitpun berbelas kasihan. Ia tidak belajar dari pelajaran yang
        diberikan oleh Allah bahwa Ia telah diampuni dan diberi belas kasihan, maka pada akhirnya
       Allah akan menghukum orang tersebut yang menindas sesamanya.

*Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah
        dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali  
        kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.
*Pengampunan adalah perintah Allah
       Ada sebagian orang yg berkata, "Saya sebenarnya bukan tidak mau mengampuni, tetapi bila saya
       mengampuni, nanti dia akan berbuat lagi. Persoalannya bukan saya sanggup atau tidak sanggup,
       saya setuju/tidak setuju mengampuni. Tetapi yg harus saya catat di sini, pengampunan adalah
        perintah Allah. Berarti bila saya tidak mengampuni, saya bukan hanya menyimpan dendam.
*Pengampunan dapat terjadi bila kita menyadari hutang-hutang kita
        Apa yg dimaksudkan dengan hutang-hutang itu? Pengampunan dapat terjadi, bila kita menyadari    
        hutang-hutang kita. Bukankah kita pernah salah sama Tuhan? Bukankah kita pernah melakukan
        sesuatu yg tidak benar di hadapan Tuhan, bukankah kita juga dapat melakukan sesuatu yg tidak
        sesuai dengan kehendak Tuhan. Ini semua saya daftarkan sebagai hutang kita di hadapan Tuhan.
        Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, jika kita minta pengampunan dari Allah dan semua
        kesalahan kita diampuni oleh Tuhan. Pertanyaannya? Masa saya tidak bisa mengampuni.
        Bukankah kalau Allah menutup pintu pengampunannya, maka sayapun akan dilemparkan ke
         neraka dan hidup dalam kebinasaan.
 *JIka kita tidak mengampuni, maka Allahpun tidak akan mengampuni
         Ayat ini sangat luar biasa, "Maka Bapa-KU yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadapa
         kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
         Seberat apapun situasimu, ampunilah orang yg bersalah, karena di dalam pengampunan ada
          damai, di dalam pengampunan ada sukacita dan kelegaan. 
*Hal kedua ialah ketika kita mau untuk mengampuni, kita pasti menerima pengampunan dari Tuhan.
*Dia Mengerti Kelemahan Kita
*Sebagai manusia kita tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Adakalanya kita melakukan kesalahan
         besar yang sukar kita lupakan; kita terus merasa berdosa meski kita tahu bahwa Tuhan telah
*Paradigma yang sering keliru bahwa kita pikir Tuhan belum mengampuni kita, sehingga saat kita
        mengalami sesuatu yang buruk diluar perkiraan kita, Kitapun telah mengetaui di dalam doa
       “Bapa kami” tertulis bahwa ketika kita mengampuni, maka Bapa pun mengampuni kita
        (Matius 6:9-13)
*Kita masih merasa perlu menghukum diri sendiri. Perasaan bersalah yang terus bersarang merupakan
         bentuk penghukuman diri. Acap kali perasaan bersalah terus mengikuti kita sebab perasaan
         memang lebih sulit berubah dibanding persepsi. Kita dapat memahami bahwa seharusnya kita
         tidak perlu lagi merasa bersalah karena Tuhan telah mengampuni kita namun pemahaman ini
         tidak serta merta mengubah perasaan kita. Kita tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan
         telah mengampuni dosa kita. Kita berkeyakinan bahwa sekali cacat selamanya kita akan cacat di
         mata Tuhan.
*Namun demikian, perasaan bersalah sampai titik tertentu memang diperlukan dan baik. Pertobatan
         diawali oleh rasa bersalah akibat dosa yang telah kita lakukan. Tanpa rasa bersalah, kita
         cenderung mengulang kesalahan yang sama. Perasaan bersalah dapat menjadi lampu peringatan
         untuk mencegah jatuhnya kita ke dalam dosa yang serupa.
*Semua dosa selain dari penghujatan Roh Kudusbisa diampuni. Kita diampuni hanya jika kita
        percaya kepada Yesus Kristus saja. Mereka yang telah melakukan hujat kepada Roh Kudus tidak
       akan pernah mencari Kristus karena Roh Kudus tidak bekerja lagi di dalam mereka.
1.      (Matius 12:31) - "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni."
2.      (Markus 3:29) - "Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
3.      (Lukas 12:10) - "Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni."
*Menolak bertobat=menghujat Roh Kudus 
         sbb Roh Kudus m'bisikan dlm hati kita sgala sstu yg baik
         Kita diampuni hanya jika kita percaya kepada Yesus Kristus saja. Mereka yang telah melakukan   
         hujat kepada Roh Kudus tidak akan pernah mencari Kristus karena Roh Kudus tidak bekerja lagi
         di dalam mereka.
*Anda mungkin baru saja terluka dan menemukan amarah Anda terlalu besar untuk
         mengampuni. Ketidakadilan dapat berlangsung, kemarahan yang konstan. Mungkin Anda tidak
         merasa Anda mampu memaafkan sekarang. Kemudian saya meminta Anda untuk berdoa doa
         ini: "Tuhan, saya merasa di luar kemampuan saya untuk memaafkan orang ini saya meminta
         Anda untuk membuat saya. mampu mengampuni di masa depan. " 

*Marilah kita membuka hati kita, menerima terang Roh Kudus agar kita semakin berani untuk
        memberi ampun dan terus melatih diri semakin menyadari kekurangan kita, menerima diri dan
        orang lain dalam terang iman.


Thursday, September 8, 2011

YOHANES 14:1-12


PAROKI HATI TAK BERNODA SANTA PERAWAN MARIA MAKALE
STASI SANTO YOHANES BURAKE TALLU LOLONA


YOHANES 14:1-12


"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku"

Hari ini kita diingatkan agar jangan takut dan gelisah. Mengapa? Karena Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi takut dan gelisah. Permasalahan keluarga, kondisi keuangan, pergumulan di dalam dosa dan penyakit dapat mengakibatkan kita menjadi gelisah dan khawatir. Sering kita merasa cemas dengan hari esok yang belum pasti, merasa tidak puas dengan hari yang telah kita lalui, dan meratapi hari kemarin yang sudah lewat. Bahkan tidak sedikit orang yang gelisah merusak dirinya sendiri, sesama maupun lingkungan hidupnya. Hal itu terjadi karena orang hanya mengikuti keinginan dan nafsu pribadi alias tidak beriman atau tidak percaya kepada Tuhan, yang menganugerahkan hidup serta segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hati memang merupakan pusat atau inti jati diri manusia, ingat dengan kata-kata jantung hati, patah hati, perhatian, dst..  sebagai umat beriman, khususnya yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk tidak gelisah melainkan percaya kepada Allah dan juga percaya kepada Yesus Kristus, Penyelamat Dunia. Percaya kepada Allah berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah  melalui cara hidup dan cara bertindak. Aneka tantangan, hambatan dan masalah yang kita hadapi merupakan wahana/kesempatan untuk meningkatkan dan memperdalam kemampuan, keterampilan dan kecerdasan kita, sehingga jika kita hadapi dengan keteguhan hati dan bantuan rahmat Allah kita akan semakin terampil dan cerdas, kuat dan dengan demikian benarlah sabda Yesus bahwa kita akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi. Janji Tuhan Yesus ini selayaknya menghibur kita; namun juga mengingatkan agar kita selalu percaya dan setia kepada-Nya.

Sebenarnya, jika kita membayangkan  kita hadir di tengah para rasul 2000 tahun yang lalu, saat Yesus mengucapkan perkataan-Nya ini, kemungkinan kitapun dapat memahami kegundahan hati Rasul Tomas, “Ke manakah Engkau akan pergi, Tuhan? Aku tidak tahu, bagaimana mungkin aku tahu jalan ke sana?” Namun sekarang kita perlu berterima kasih kepada Rasul Tomas, yang menyuarakan kegundahan hatinya, karena itu, Yesus menjawabnya dengan Sabda-Nya yang meneguhkan tidak saja hanya ditujukan untuk menjawab Rasul Tomas, tetapi kita semua yang percaya kepada-Nya.“Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.Tuhan Yesus tidak hanya memberikan nasihat dan arahan.  Ia memimpin dan menuntun kita di jalan yang benar secara pribadi setiap hari. Tuhan Yesus juga adalah Kebenaran.   Kebenaran moral tidak bisa disampaikan dalam kata-kata saja, melainkan harus disampaikan dengan contoh. Yesus tidak hanya berkata-kata/teori saja tetapi melakukan/mempraktekkan. Yesus mewujudkan kebenaran dalam pribadinya. Yesus juga adalah Hidup. Dia tidak hanya menunjukkan kepada kita jalan kehidupan , ia memberikan jenis hidup yang hanya Allah yang dapat berikan yaitu hidup yang kekal.Semua orang, setelah meninggalkan dunia ini kita akan melanjutkan ke kehidupan baru.

Maka marilah kita sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus menghayati sabdaNya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Kita meneladan cara bertindakNya antara lain ketika ada orang lapar diberi makan, ada orang haus diberi minuman, orang telanjang diberi pakaian, orang asing diberi tumpangan, yang sakit dikunjungi, yang miskin dan berkekurangan dibantu dan saling berbagi suka duka. Kita dipanggil untuk meneladan cara hidup Yesus dengan menghayati sabda-sabdaNya. Jika kita hidup dengan benar, kita kelak dapat menikmati hidup mulia di sorga ketika dipanggil Tuhan. Bapak Marselinus Todang yang telah dipanggil oleh Allah beberapa hari yang lalu, telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan kita percaya bahwa dia telah memperoleh keselamatan kekal. Semoga Demikian……AMIN

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MENDENGARKAN SABDA TUHAN
DAN TEKUN MELAKSANAKANNYA…..
Sabda-Mu adalah jalan, Kebenaran, dan Hidup kami.

Monday, September 5, 2011

IBADAT PERINGATAN ARWAH HARI KE-100



Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale
Stasi Santo Yohanes Burake Tallu Lolona

IBADAT PERINGATAN ARWAH HARI KE-100
  • Pembuka
P : Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita bersama-sama berdoa bersama untuk  mendoakan arwah dari saudara kita………yang pada 100 hari yang lalu di panggil Bapa. Kita percaya bahwa segala  doa yang kita panjatkan untuk mereka yang sudah  meninggal sangat bermanfaat demi terwujudnya harapan  iman mereka untuk berdiam di rumah Tuhan selamalamanya.  Masyarakat di berbagai tempat di Indonesia mengenal kebiasaan memperingati arwah berdasarkan rangkaian hari/tahun, seperti peringatan hari ke-7, 40, 100, 1 tahun, 2 tahun, dan 1000 hari. Gereja Katolik menghargai budaya setempat dan menganjurkan agar adat istiadat umat beriman diintegrasikan dalam liturgi Gereja. Masing-masing masa liturgi itu menghadirkan seluruh misteri Kristus dan sekaligus juga menekankan aspek-aspek tertentu dari misteri itu. Begitu pula halnya dengan pengintegrasian budaya setempat berupa peringatan arwah pada hari ke-7, 40, 100, 1 dan 2 tahun, serta 1000 hari. Masing-masing hari itu merayakan satu tindakan Allah yang menyelamatkan orang yang sudah meninggal itu melalui Kristus dalam Roh Kudus dan sekaligus juga aspek-aspek tertentu dari misteri penyelamatan tersebut.

  • Tobat
P : Saudara-saudari, 
 Marilah kita dengan jujur dan ikhlas kita mengakui segala  dosa dan kelemahan kita dihadapan Allah dan sesama ; marilah  kita mohon ampun atas segala kelemahan dan kedosaan yang  telah kita perbuat. Secara khusus kita mohonkan ampun juga  atas kesalahan dan dosa dari saudara kita……. yang dipanggil  Bapa di surga 100 hari yang lalu.



  • Doa Pembuka
P : Marilah berdoa :
 Allah mahakasih, Engkaulah pencipta dan penebus kami. Tuhan Yesus telah berjaya dengan mengalahkan maut dan  masuk kedalam kemuliaan abadiMu. Semoga ya Bapa,  hambaMu ini saudara…………….. juga mengalahkan  maut dan masuk dalam kemuliaanMu untuk selamalamanya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan  pengantara kini dan sepanjang masa.Amin  



  • Doa Penutup
P : Allah Bapa kami yang mahabaik, semoga doa kami berguna bagi keselamatan saudara……yang sudah
dipanggil Bapa 100 hari yang lalu. Ya Bapa, bebaskanlah dan bersihkanlah dia dari segala dosanya, limpahkanlah penebusan-Mu kepadanya. Demi Kristus Tuhan kami. U : Amin
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


P : Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:37-40)
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang  kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk  melakukan kehedak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia  yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang  telah  mengutus Aku, yaitu supaya darisemua yang telah diberikanNya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak  BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan  yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan  supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. 
P : Demikianlah Sabda Tuhan

  • Renungan 
 Supaya  setiap orang yang melihat  Anak  dan percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal,  dan supaya Aku membangkitkannya di akhir zaman”.
Apa yang disampaikan oleh Yesus ini adalah berkaitan dengan peringatan arwah-arwah yang sudah meninggal. Bapa melalui Putera-Nya Yesus menghendaki agar semua orang selamat dan akan dibangkitkan pada akhir zaman.
Walau demikian, tidak semua percaya kepada-Nya, bahkan mencaci dan membunuh-Nya utusan Allah atau Allah sendiri yang  hadir di tengah –tengah dunia ini. Semua orang tahu bahwa akan ada penghakiman terakhir, namun banyak yang tidak siap. Banyak yang tidak peduli atau lebih tertarik dengan tawaran dunia ini. Inilah saatnya bagi kita untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sudah tiada, biarlah Tuhan melalui Yesus memberikan  pengampunan dan kerahiman sehingga mereka diperbolehkan  menikmati kehidupan bersama para kudus lainnya. Demikian renungan singkat hari ini, God bless you all.-***

*Sejak awal mula Gereja meyakini bahwa hidup kita tidak dilenyapkan oleh kematian melainkan diubah Gereja menemani perjalanan orang beriman yang meninggal dan sedang menuju ke Allah itu melalui segala macam doa. Praktek doa Gereja bagi mereka yang meninggal dunia didasarkan, selain pada iman akan kebangkitan Kristus, juga pada communio sanctorum, persekutuan orang-orang kudus dalam Gereja. Persekutuan itu meliputi: mereka yang sudah mulia bersama Allah di surga, mereka yang masih hidup di dunia ini, dan mereka yang sudah meninggal namun belum masuk secara penuh dalam kemuliaan Allah dan masih perlu mengalami penyucian. Untuk kelompok yang terakhir inilah doa peringatan arwah diadakan. Sebagai warga Gereja, mereka semua entah yang masih hidup atau sudah mati tetap saling berhubungan dan saling dukung dalam cinta dan doa.

*Keseluruhan doa peringatan arwah dijiwai oleh iman dan harapan akan kemurahan hati Allah sebagaimana terungkap dalam peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Gereja sejak semula punya kebiasaan mendoakan orang yang sudah meninggal. Bahkan menjelang akhir masa PL kebiasaan itu telah ada (2 Mak 12:42-45). Bentuk-bentuk doa bagi peringatan arwah meliputi perayaan Ekaristi, doa-doa, amal dan olah kesalehan. Dalam setiap perayaan Ekaristi, mereka yang telah meninggal tak pernah lalai disebutkan dalam Doa Syukur Agung. Keseluruhan karya penyelamatan Allah dalam Kristus dijabarkan dan dirayakan dalam rentang waktu satu tahun liturgi, yang dimulai dari masa Adven dan berpuncak pada Paskah.

Betapa benar bahwa kita yang hidup di dunia ini harus selalu berjaga-jaga.  Kematian tidak pernah bisa diperkirakan datangnya.  Bahkan orang yang sudah sakit kritis sekalipun, tidak bisa kita tebak kapan Tuhan sungguh menginginkan dia pulang.  Ada orang yang kritis berbulan-bulan dengan batuan segala obat dan alat.  Tapi ada juga orang yang hanya sakit perut ringan, dalam 2 hari dipanggil ‘pulang’. Kalau sudah begitu, apa yang bisa kita bawa ketika menghadap Dia? Katanya, detik terakhir sebelum kematian, masih memungkinkan kita untuk bertobat. Seperti penjahat yang disalib di sebelah Yesus yang bertobat dan diampuni.  Tetapi apakah harus menunggu sampai detik terakhir baru kita mau bertobat ?  Karena ketika kematian sudah terjadi, semua sudah terlambat.  Arwah sudah tidak bisa meminta ampun sendiri pada Allah.  Maka menjadi kewajiban kita yang masih hidup di dunia ini untuk mendoakan mereka, memohonkan pengampunan dosa bagi mereka.  Dan sebagai gantinya, ketika mereka sudah tiba di surga, dan bergabung bersama para kudus disana, merekalah  yang akan mendoakan kita yang masih berkelana di dunia ini. Betapa hidup ini amat singkat dan tak terduga.  Maka tidak ada salahnya pepatah yang mengatakan ‘hiduplah seperti engkau akan mati besok pagi’. Mengisi kehidupan dengan perbuatan baik, amal ibadah, rendah hati dan melayani sesama.  Sehingga apabila sungguh kita mati besok pagi, tidak ada lagi yang patut disesali. Orang mungkin bertanya, “Bagaimana jika jiwa orang yang kita doakan telah dimurnikan sepenuhnya dan telah pergi ke surga?” Kita yang di dunia tidak mengetahui baik pengadilan Tuhan ataupun kerangka waktu ilahi; jadi selalu baik adanya mengenangkan saudara-saudara yang telah meninggal dunia serta mempersembahkan mereka kepada Tuhan melalui doa dan kurban. Namun demikian, jika sungguh jiwa yang kita doakan itu telah dimurnikan dan sekarang beristirahat di hadirat Tuhan di surga, maka doa-doa dan kurban yang kita persembahkan, melalui kasih dan kerahiman Tuhan, akan berguna bagi jiwa-jiwa lain di api penyucian.

Sebab itu, kita sekarang tahu bahwa bukan saja praktek ini telah dilakukan sejak masa Gereja Perdana, tetapi kita juga memahami dengan jelas pentingnya berdoa bagi jiwa-jiwa mereka yang telah meninggal dunia. Jika seseorang meninggal, bahkan jika orang tersebut bukan seorang Katolik, mohon intensi Misa bagi kedamaian kekal jiwanya dan mempersembahkan doa-doa kita jauh lebih bermanfaat serta membantu daripada segala macam kartu simpati atau karangan bunga dukacita. Yang terpenting ialah, hendaknya kita senantiasa mengenangkan mereka yang kita kasihi yang telah meninggal dunia dalam perayaan Misa Kudus dan melalui doa-doa dan kurban kita sendiri guna membantu mereka agar segera mendapatkan kedamaian kekal.

Kembali kepada pertanyaan berapa lama kita harus mendoakan para arwah, anjurannya adalah teruslah berdoa tanpa henti.  Kita tidak pernah dapat mengetahui kapan seseorang boleh meninggalkan api penyucian dan masuk surga.  Dan seandainya mereka tidak lagi memerlukan doa-doa kita, doa kita tetap ada gunanya.  Tidak ada doa yang "sia-sia".  Allah menjamin bahwa pahala doa kita akan diberikan kepada orang lain yang membutuhkannya.  Kalau orang-orang yang kita cintai dan kita doakan kini sudah ada di surga, Allah akan mengizinkan mereka untuk menyalurkan pahala doa kita kepada anggota keluarga lain yang masih di bumi dan membutuhkannya.  Dan, bagaimanapun, semua doa kita akan membantu menguduskan diri kita.

Bantuan yang kita berikan untuk keselamatan kekal bagi yang telah meninggal adalah dengan berbuat silih. Silih itu bisa dengan mendoakan mereka, bisa pula dengan berbuat amal kasih bagi orang-orang yang membutuhkan amalan dan kasih kita demi mereka yang telah meninggal; agar mereka beristirahat dalam damai. (RIP: Requescat In Pace).





Friday, August 26, 2011

Blum da Judul


Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale
Stasi Santo Yohanes Burake Tallu Lolona


 Kita mungkin bingung kalau dikatakan: Tuhan tahu apa yang kita perlukan sebelum kita minta. Bukankah ada ayat lain yang mengatakan bahwa ketuklah maka pintu akan dibukakan dan mintalah maka akan diberikan kepadamu. Mana yang benar? Tuhan Mahatahu maka kita tidak perlu minta? Atau justru harus kita minta supaya diberi?
            Kedua ayat itu tidak ada yang salah. Tuhan itu tahu betul bahwa manusia itu bermacam-macam tingkah dan lakunya. Ada yang cerewet dan kalau berdoa panjang sekali dan minta segala hal. Ada juga yang pendiam dan tidak mampu mengungkapkan apa yang sungguh ada di dalam hatinya dalam bentuk doa. Kedua-duanya akan tetap diberi yang terbaik oleh Tuhan. Percayalah. Yang cerewet dan doanya banyak akan diberi. Yang pendiam dan tidak bisa berdoa banyak pun akan diberi. Bukankah Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa?
Berdoa berarti berrelasi atau berkomunikasi dengan Tuhan, doa yang baik dan sejaati hemat saya adalah hati yang dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan, bukan panjangnya kata-kata atau gerak-gerik tubuh. Dalam Warta Gembira hari ini Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, doa yang begitu sederhana dan sesuai dengan kebutuhan hidup kita sehari-hari serta kita semua kiranya sudah hafal maupun mendoakannya berkali-kali. Pertanyaannya reflektif: apakah dalam mendoakan Bapa Kami kita hanya manis di mulut saja atau isi doa sungguh kita hayati, menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimanapun dan kapanpun. Isi doa Bapa Kami yang kiranya baik kita refleksikan pada masa kini adalah “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya; dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Dengan kata lain marilah kita mawas diri perihal ‘hidup sederhana’ dan ‘kasih pengampunan’. Di kota-kota besar orang-orang kaya pada umumnya hidup berfoya-foya, jauh dari kesederhanaan, maka kami berharap mereka yang suka berfoya-foya untuk bertobat, hidup sederhana seraya mengingat dan memperhatikan saudara-saudari kita yang miskin dan berkekurangan. Jika kita semua hidup sederhana kiranya tidak ada lagi saudara-saudari kita yang miskin dan berkekurangan. Kasih pengampunan telah kami angkat berkali-kali untuk direfleksikan, maka apakah kita dalam hidup sehari-hari telah hidup saling mengampuni. Dengan rendah hati saya mengingatkan dan mengajak anda sekalian untuk tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar kita semua hidup sederhana dan saling mengampuni, dan tentu saja saya juga berharap tidak henti-hentinya kita berusaha dan memperdalam hidup sederhana dan saling mengampuni.
Hari ini Yesus ngajarin kita tentang bagaimana caranya berdoa. kalo kita denger kata doa mungkin pikiran kita langsung menuju kepada pribadi yaitu Tuhan yang agung, Mahakuasa, baik hati, penyayang dll. Ngak cuma itu, tapi juga kata-kata yang indah dan pantes harus dilantunkan dalam suatu doa. Nah hari ini Tuhan Yesus mau nunjukin kepada kita semua bahwa doa itu bukan hanya sekedar kata-kata yang bertele-tele. Maksudnya gini bertele-tele itu bukan berarti doa kita harus singkat, ato lebih baik ngak berdoa sekalian, bukan itu. Tuhan Yesus ingin menyadarkan kita bahwa yang kita mintai doa yaitu Tuhan sendiri adalah seorang BAPA!!  Gambaran seorang Bapa mau mengajak kita untuk melihat bahwa Tuhan itu adalah pribadi yang mengerti apa yang manusia harapkan dan inginkan. Karena seorang Bapa adalah seorang yang pengampun dan pencinta. Bayangkan ternyata Tuhan kita deket banget sama kita. Bukan Tuhan yang jauh di atas awang-awang. Kalo Tuhan dah deket banget kepada kita, apakah kita masih punya waktu untuk berdoa atau bincang-bincang sama Tuhan? Ato kita masih takut?
Firman hari ini menegaskan, betapa Tuhan sungguh tahu apa yang sebenarnya kita perlukan dan butuhkan, bahkan sebelum kita sendiri memohonnya. Hanya sayang kadang kita tidak bisa membedakan apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan. Marilah memohon pada Tuhan dengan penuh iman sembari berkata "Terjadilah kehendak-Mu atas diriku hari ini."


Pw. St. Klara, Perawan. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:21 – 22)


Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale
Stasi Santo Yohanes Burake Tallu Lolona


Pw. St. Klara, Perawan
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:21 – 22)

21"Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 12 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali"


Dapat dikatakan bahwa belas kasihan sejati datang dari surga turun ke bumi secara gratis
Kalau kita tidak mengampuni sesama, maka kita jangan mengharapkan pengampunan dari Tuhan. Santo Yakobus mengatakan ”penghakiman yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelaskaasihan
Yesus menjawab pertanyaan Petrus tentang berapa kali harus mengampuni saudara kita.
Bukan hanya 7 kali, melainkan 70x7 kali.  yang melambangkan tak terbatas. Bukan hanya tujuh kali-sebuah ukuran tertinggi untuk kesabaran dalam kebiasaan orang yahudi Memaafkan 7 kali saja sudah sulit, apalagi tak terbatas memberi maaf... Ajaran para rabi mewajibkan hanya sebanyak tiga kali.
Kesulitan untuk mengampuni atau meminta maaf kepada mereka yang bersalah. Mungkin lebih tajam lagi kita katakana bahwa “meminta maaf itu lebih mudah daripada memaafkan atau me...ngampuni.” . Saya yakin bahwa Tuhan sangat mengerti kesulitan terbesar kita untuk memaafkan ini. Ia menghendaki agar kita sebagai pengikut-Nya saling mengampuni. Lalu mengapa Yesus memberikan pengajaran yang hampir tidak mungkin dilakukan ini?

Tentunya Yesus mengetahui keterbatasan manusia dalam memaafkan terus menerus, dan Dia pun tidak mengharapkan manusia dapat melakukannya dengan kemampuan sendiri, melainkan harus mengandalkan Roh Allah. Tuhan memberikan syarat dalam doa Bapa Kami bahwa kita hanya bisa mendapatkan pengampunan dari Allah jika kita mengampuni saudara-saudara kita, Moga-moga doa Bapa Kami tidak hanya manis di mulut saja, tetapi juga menjadi manis dalam cara hidup atau cara bertindak
menggunakan kata-kata ini.
Hendaknya kita senantiasa menyadari dan menghayati diri sebagai yang berdosa serta dengan rendah hati senantiasa melihat apa yang baik dalam diri orang yang telah menyalahi kita tersebut. Ingat bahwa mereka yang menyalahi kita belum tentu salah, karena mungkin mereka tidak tahu bagaimana harus berbuat, dan orang yang tidak tahu berarti tidak salah.

Menerima pengampunan dari orang lain sama penting dan nilainya memberi pengampunan kepada rang lain “sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Pengampunan adalah jalan menuju penyembuhan batin. Tindakan pengampunan yang tanpa syarat dan tanpa batas itu dapat menyingkirkan rasa marah, rasa pahit, nafsu untuk membalas dendam serta mengembalikan martabat kemanusiaan kita. Kita tidak dapat memaksa orang lain yang ingin kita ampuni untuk menerima pengampunan itu. Mungkin saja mereka tidak mampu atau tidak mau menerimanya. Pengampunan bukan untuk mengubah orang lain, melainkan mengubah diri sendiri. Mengampuni itu menyembuhkan hati yang terluka.
Membenci atau memusuhi orang adalah ibarat membawa barang busuk dalam hidup kita. Hidup kita akan terus terusik ke mana pun kita pergi. Sebaliknya, pengampunan tidak hanya membawa kelegaan kepada mereka yang diampuni, tetapi juga kepada mereka yang mengampuni.

Segala puji dan syukur kami bagi-Mu ya Bapa, atas segala kebaikan dan kuasa-Mu dalam hidup kami hari ini. Bangkitkanlah semangat tobat dalam diri kami dari hari ke hari, agar kami layak menjadi putera-Mu. Dan ajarilah kami selalu mengakui bahwa Engkaulah Allah yang Mahabaik, kini dan sepanjang segala abad. Amin.

Matius 16:13-20


Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale
Stasi Santo Yohanes Burake Tallu Lolona



Matius 16:13-20

Nama dianggap begitu sakral ....identitas yang sama, yaitu “KRISTEN”.
Gajah mati tglkn gading,...... mc nama baik...apa arti sbah nama.....
Biasanya perubahan nama dalam Kitab Suci mendahului sebuah misi, misalnya dari Abram ke Abraham, Sarai ke Sara, Jakub ke Israel, Simon menjadi Kephas, yang artinya batu karang
.....................................................................................................................................................................................................................
+INJIL memperkenalkan Yesus terutama lewat pengajarannya, penyembuhan, Karena itu orang mulai bertanya-tanya
Mereka telah mendengar ajarannya, melihat perbuatannya, dan menyaksikan kekuatannya.
*Ia seperti Yohanes Pembaptis, tokoh spiritual yang masih segar dalam ingatan orang,
*juga bisa dibandingkan dengan Elia, seorang nabi besar yang diceritakan telah naik ke langit dan tentunya akan kembali diutus  
  Allah mendatangi umat pada saat-saat mereka membutuhkan dampingan dan arahan,
*atau seperti nabi Yeremia yang dikenal tak jemu-jemunya memperingatkan umat dan para pemimpin agar tetap setia pada Allah di tengah penderitaan dan mengajarkan kerohanian yang sejati dan bukan praktek luar-luar saja. 

+Yesus ingin para murid memberi jawaban yang berasal dari pengalaman dan penghayatan hidup mereka bersama Yesus, bukan mengutip kata orang lain.
+Maksudnya, Yesus datang dari Dia dan menunjukkan bahwa Allah sendiri bertindak dalam diri Yesus untuk membebaskan manusia dari kuasa-kuasa jahat, dari penyakit, dari kekersangan batin. Inilah yang membuat Yesus betul-betul menjadi Mesias bagi semua orang
+Mesias yang dinanti-nantikan ini bukan pemimpin politik atau penguasa yang bakal membangun kembali kejayaan Israel dengan kekuatan militer. Maklum di kalangan Yahudi harapan akan Mesias politik ini amat kuat.
+Keyakinan di atas mau tak mau berhadapan dengan kenyataan bahwa Yesus akhirnya mengalami penderitaan, ditolak oleh para pemimpin masyarakat Yahudi yang sah (“tetua, imam kepala dan ahli Taurat” ialah tiga macam anggota di dalam Sanhedrin, badan resmi masyarakat Yahudi) sampai dibunuh.

Batu karang jadi tempat berlindung dari hempasan ombak dan tempat berpegang agar tak hanyut oleh arus-arus ganas. Dengan menyebut Petrus sebagai batu karang, Yunaninya "petra", ditandaskan bahwa ia bertugas melindungi umat yang dibangun Yesus dari marabahaya yang selalu menghunjam. Dikatakan juga bahwa alam maut (Yunaninya "hades", Ibraninya "syeol") takkan bisa menguasainya, maksudnya takkan dapat mematikan kumpulan orang yang percaya tadi
+Orang dulu membayangkan jalan ke alam maut sebagai lubang yang menganga lebar.
+ Tugas Petrus sebagai penangkal kekuatan-kekuatan alam maut. Bukan dalam arti juru kunci gerbang ke arah keselamatan, membuka atau menutup akses ke surga,
+Dasar iman Gereja....Penerus Petrus (Paus) diberi tugas untuk  melindungi umat, bukan pemberian kuasa menghakimi atau memonopoli keselamatan.
Gereja Katolik Roma adalah Gereja induk. Karena itu, Gereja Katolik mewarisi dasar Santo Petrus ini, yaitu dalam diri Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja yang mempersatukan. Jabatan Santo Petrus ini meneladan ”Gembala Baik”, yaitu Kristus sendiri. Gereja-gereja lain (Orthodox, Protestan, dll) tidak mempunyai unsur pemersatu ini. Maka, kehadiran Paus sebagai pengganti Rasul Petrus diharapkan bisa menjadi unsur pemersatu, dan bukannya justru menjadi unsur pemisah. Usaha-usaha saling mengenal, mengerti, dan berhubungan terus dilakukan, termasuk pernyataan bersama dan kunjungan resmi untuk mempererat satu sama lain. Semua ini sesuai dengan doa Yesus agar murid-murid-Nya bersatu
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Siapa Yesus menurut Anda? Adakah jawaban Anda berasal dari pengalaman bersama Tuhan? Atau, kita masih mengutip kata-kata orang, khotbah2, tulisan dalam sebuah buku? Hal-hal itu memang berguna, tetapi lebih dari itu Tuhan ingin kita mengenal-Nya secara pribadi melalui kehidupan yang dijalani bersama-Nya. Kiranya setiap hari kita makin mengenal Yesus, agar dapat bersaksi kepada dunia dengan keyakinan bahwa Dialah Tuhan.
+ Ia menginginkan pengakuan yang bukan hanya berdasarkan pengetahuan, tetapi pengakuan yang lahir karena hubungan pribadi dengan Dia.
+Kita mudah mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan yang Maha Kuasa, tetapi sungguhkah kita menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya yang Maha Kuasa atau kita sendiri yang masih mengendalikan hidup kita.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Suatu kebahagiaan kalau Tuhan berada di dalam diri kita.” Berbahagialah engkau Simon….bukan hanya harta, kesuksesan, jabatan
Hati kita dikuasai oleh Tuhan……..memohon terang dari Allah, karena Roh allah sendirilah yang akan memberikan keberanian kepada kita
Raja Salomo..hikmat…..kekayaan, kejayaan..

Blaise Pascal:”kebahagiaan tidak kita temukan di luar diri kita, kebahagiaan juga tidak kita temukan di dalam diri kita, tetapi kebahagiaan yang sejati hanya ditemukan di dalam Allah. Dan kalau kita sudah menemukan Allah, di mana-mana kita merasa bahagia”.  …..Ceritera ….